Message from Our Founders

Message FromOur Founders


Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan rasul termulia. Beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

Kami akan memulai cerita bagaimana sejak dulu, kami mempunyai impian, idealisme, aspirasi yang kemudian sekarang ini telah terwujud menjadi sebuah lembaga pendidikan yang lumayan besar dan akan terus berkembang. Di dalam hati kami berdua, setiap kami membaca Al-Qur'an, kami menemukan benang emas bahwasanya:Hidup itu harus diisi dengan iman dan amal soleh. Kami berdua sepakat kunci kesuksesan orang islam selain iman, amal soleh, memang penguasaan ilmu. Jadi, di Al-Qur'an, surat Al-Mujadilah, Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan yang berilmu beberapa gradasi diatas menusia rata-rata.

Kemudian Hadis yang sangat terkenal, yaitu sabda Nabi kita Nabi Muhammad SAW. "Man aroda dunya fa'alaihi bil 'ilmi Man arodal akhiroh fa'alaihi bil ilmi wa man aroda huma fa'alaihi bil 'ilmi, yang artinya:Siapa yang menginginkan jaya di dunia maka harus menguasai ilmu, siapa yang menginginkan akhirat maka dengan ilmu. Dan barang siapa yang ingin jaya di kedua-keduanya maka harus dengan ilmu.
Maka pikiran kami berdua, sudah lama sekali berkecamuk di sanubari dan pikiran kami.

Kami yakin bahwa action atau perbuatan atau kegiatan orang mukmin, kalau bisa memang menjadi saksi, menjadi syuhada bagi umat manusia, sehingga orang akan menyaksikan prestasi kita bisa dijadikan referensi. Dalam Al-Qur'an, umat Islam itu dinyatakan sebagai umat wassatan, atau umat pertengahan. Jadi umat islam ini adalah umat pertengahan yang bisa dijadikan referensi untuk masyarakat luas.
Karna prestasinya, kualitasmya, disiplinnya, kejujurannya, unversalitasnya, rohmatan lil alamin.

Ini seperti diatur malaikat dan dikehendaki Allah, mula-mula, kami hanya memulai semuanya dari action kecil saja, yaitu merubah mushola kami menjadi TK(Taman Kanak-Kanak). Waktu itu sama sekali belum ada TK di daerah Pandean Sari Jogja dan murid pertama Budi Mulia Dua waktu itu 9 anak, Ibu Amien Rais menjadi salah satu gurunya juga. Dengan izin Allah SWT, dari 9 anak, menjadi 20 anak, dan alhamdulilah bisa berekspansi hingga sekarang memiliki 2779 anak didik. Dari tempat yang hanya mushola akhirnya kemudian membeli tanah di seberang untuk mendirikan bangunan baru dengan keterbatasan dana, yang dengan petunjuk-Nya menggerakan orang-orang untuk membantu.

Namun, ditanah yang sudah dibeli tersebut masih beranjak terhalang. lalu dengan diplomasi ala kampung, akhirnya dapat dibuat jalan untuk akses masuknya. Bangunan yang baru dengan dua lantai pun akhirnya mampu menarik perhatian para orang tua muda untuk menyekolahkan anaknya ke Budi MUlia Dua sampai kami pernah kewalahan karena banyaknya murid yang jumlahnya mencapai angka 500.

Kemudian, suatu saat orang tua murid ada yang menanyakan bagaimana dengan SD Budi MUlia Dua? dan kami hanya mampu menjawab "Insya Allah", dan dengan rizky Allah, kita mampu berekspansi ke Seturan dengan tingkat TK dan SD yang tiap tahun semakin banyak muridnya. Setelah itu, muncul gagasan untuk mencari tanah yang lebih luas dari tanah di Seturan dan menemukan tanah yang akan di jual di daerah Panjen.

Keadaan saat ini di BMD Seturan, sudah cukup berdesak-desakan, selain kawasan Seturan sudah berubah menjadi kawasan bisnis yang kemudian menjadi pertimbangan agar SD dipindah ke daerah Panjen dengan gedung yang lebih gagah dan indah. Hal tersebut juga tidak lepas dari mimpi kami ingin menyuguhkan amal soleh yang manumental sebagai syiar Agama Islam. Berkat hal yang telah terjadi selama ini pun kami sering merenung atas banyaknya nikmat yang sudah diberikan Allah SWT kepada kami.

Ada pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka manusia mati meninggalkan amal soleh. ini merupakan cerita ringkas dari kami, yang melangkah di dunia ini selalu menghubungkan dengan kehidupan ukhrowi. Juga Rasulullah SAW dalam hadistnya "Innallaha ma'alu binniat", semua langkah kita tergantung dengan niatnya

Alhamdulillah, dari tahun ke tahun pendidikan kita semakin luas dan prestasi terus meningkat. Prestasi yang dicapai dalam akademik maupun non akademik meningkatkan selalu dan semoga kelak Budi Mulia Dua jaya hingga akhir hayat. Amien Amien Ya Robbal alamien. "Budi Mulia Dua mengembangkan suatu pendidikan dengan pola pembelajaran yang mempersiapkan individu yang matang secara akademis, psikologis, dan sosial. Kami menanamkan pengetahuan yang bulat"

Bapak Mohammad Amien Rais dan Ibu Kusnasriyati Sri Rahayu
Founder Budi Mulia Dua

32 Years of Experience

"Tanpa Olah Pikir (Tafakur), Mustahil Ada Kreativitas. Tafakur Adalah Pelajaran Penting dalam Alquran."

- M. Amien Rais. -

500 Guru Karyawan
3200 Siswa